logo-01.png
kupu kupu 2-01.png
Napi Craft-01-01-01.png

Saat Para Warga Binaan Pamerkan Hasil Karya dan Kerajinan ke Publik

Program lainnya dari Second Chance Foundation adalah Napi Craft. Napi Craft merupakan kegiatan yang menjadi sarana promosi dan publikasi untuk memamerkan serta memasarkan produk-produk berkualitas karya warga binaan agar diterima serta diperhatikan masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari peran Second Chance Foundation dalam memberikan berbagai pendampingan dan pelatihan yang berkesinambungan ke para WBP, seperti bercocok tanam, membatik, menjahit, memasak hingga membuat kerajinan. Sehingga, mereka bisa menghasilkan produk, karya atau kerajinan dengan nilai ekonomi dan seni yang tinggi.

Second Chance Foundation sudah menyelenggarakan acara ini pada tahun 2012, 2013, 2014, 2015, 2016 dan 2018. Napi Craft pernah diadakan di Gedung The East, Grand Indonesia Shopping Mall, dan Jakarta Convention Centre Hall Senayan. Tahun 2018, Napi Craft digelar pada tanggal 31 Oktober hingga 7 November 2018 di Museum Seni Rupa dan Keramik untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mengunjungi museum. Setiap tahunnya Napi Craft berhasil meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu pemberdayaan narapidana.

Pendiri Second Chance Foundation Evy Amir Syamsudin, mengapresiasi hasil karya warga binaan. “Hal yang menjadi nilai positif dari produk narapidana adalah dengan segala keterbatasan fasilitas yang ada, mereka mampu menghasilkan produk dengan kualitas yang sangat baik,” kata Evy saat itu.

Tidak hanya pendampingan dan pelatihan di lembaga pemasyarakatan, Second Chance Foundation juga berupaya mengedukasi masyarakat bahwa narapidana memiliki potensi dan kesempatan untuk berubah ke arah yang positif. Warga binaan juga memiliki hak untuk diberikan kesempatan kedua dalam memperbaiki kesalahannya di masa lalu.

Melalui pameran karya seni seperti ini diharapkan masyarakat bisa lebih memahami perasaan dan harapan warga binaan di balik jeruji besi. Sehingga lebih peduli dan mendukung terciptanya kesempatan kedua bagi mereka untuk berubah.

Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Yasona H Laoly juga antusias dan bangga dengan adanya pameran Napi Craft yang setiap tahunnya selalu menampilkan hasil karya narapidana.

“Saya berharap dengan adanya pameran ini para narapidana bisa terus mengembangkan kreativitas dan minatnya atas kesenian sehingga walaupun mereka berada di tempat yang terbatas, namun kreativitas mereka tidak terbatas,” kata Yasonnna saat itu.

Harapan serupa disampaikan Direktur Jenderal Pemasyarakatan saat itu, Sri Puguh Budi Utami. “Melalui Napi Craft, kami berharap kegiatan kerja narapidana tidak hanya sebagai pengisi waktu selama berada di lapas/rutan, tapi juga sebagai modal keterampilan dan mendorong ekonomi kreatif. Apalagi karya yang dihasilkan bernilai jual tinggi dan berkualitas internasional,” kata Utami.

KONTAK KAMI

icon contact-01.png

The East Tower lt. 33

Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung No. 2 

RT.5/RW.2, Kuningan, Kuningan Tim., Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950

icon contact 2-01.png

+62 21 579 00701

icon contact 3-01.png
  • Facebook
  • Twitter
  • YouTube
  • Instagram