EVY AMIR SYAMSUDIN

PENDIRI

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Shalom
Omswastiastu


Kesempatan kedua adalah hak setiap manusia, tanpa kecuali. Keyakinan itulah yang selalu menjadi semangat kami di Second Chance Foundation, Yayasan ini adalah organisasi nirlaba mandiri yang memfokuskan diri untuk memajukan kehidupan warga binaan lembaga pemasyarakatan.


Ketika mendampingi suami saya, Pak Amir Syamsudin, saat menjabat sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Kabinet Indonesia Bersatu II 2011-2014, saya berjumpa dengan puluhan ribu narapidana. Saya menyaksikan bagaimana kehidupan warga binaan di balik tembok penjara dan tak jarang berbincang dari hati ke hati dengan mereka. Kebanyakan dari mereka sungguh adalah manusia-manusia yang tulus dan santun yang sekali waktu terjerumus dan permah berbuat keliru dalam hidup mereka. Rata-rata ingin bertaubat dan memperbaiki diri, kembali kepada jalan yang benar sebagai manusia yang bermartabat.


Bukankah kita semua pun pernah melakukan kesalahan? Nyatanya, kehidupan setelah penjara kerap tak mudah. Masyarakat biasanya sudah melekatkan prasangka tertentu, sehingga banyak dari warga binaan yang terkucil dari lingkungan, sulit mendapatkan pekerjaan, bahkan dibuang dari keluarganya. Akhirnya, banyak eks warga binaan justru dengan mudah kembali terpeleset kepada dunia yang gelap, hanya karena tak ada orang yang cukup peduli memberikan terang.

Second Chance Foundation bercita-cita menjadi secercah cahaya itu, yang membantu mendampingi warga binaan agar bisa membangun kembali kehidupan mereka dan bersinar lagi untuk orang-orang yang mereka cintai. Di seluruh Indonesia, ada lebih dari 200 ribu warga binaan yang berada di usia produktif dan terpaksa terhenti kehidupannya karena harus menjalani hukuman. Kebebasan mereka boleh jadi terampas secara fisik, namun tak ada yang dapat mengekang kreativitas dan imajinasi mereka sebagai manusia.

Second Chance Foundation  dengan dukungan sepenuhnya dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia ingin turut membantu menjembatani antara warga binaan dan publik yang secara umum masih minim pengetahuan dan kepedulian akan isu-isu yang terkait dengan lembaga pemasyarakatan.


Akhir kata, Second Chance Foundation ini kami persembahkan kepada seluruh masyarakat Indonesia, dengan harapan agar hati kita semua semakin lapang untuk menerima kembali para warga binaan. Karena bangsa yang hebat adalah bangsa yang mampu memaafkan dan memberikan kesempatan kedua.

Assalamu’alaikum Wr WB
Shalom
Omswastiastu

Pembina : Bapak DR. Amir Syamsudin,SH,MH.


Ketua dan Pendiri : Ibu Evy Amir Syamsudin

 
Sekretaris Ibu Ida Rosyidah

Bapak Didi Irawadi Syamsudin

Bendahara : Ibu Ratna Christina


Anggota : Bapak Baskoro Dwi Prabowo

Bapak Wahyu Hendrajati Setyo

PENGAWAS

Ketua Ibu Harkristuti Harkrisnowo


Anggota : Bapak Ebenezer Tarigan

Bapak Cahyo Rahadian Muzhar

ARTI LOGO

1. Perempuan loncat berwarna Merah :
Menggambarkan warga binaan perempuan yang sedang berusaha, warna merah berarti semangat.

 

2. Pria loncat berwarna biru :
Menggambarkan warga binaan pria yang sedang berusaha, warna biru berarti optimistis/rasa percaya diri.


3. Kupu-Kupu :
Menggambarkan metamorfosis dan transformasi.


4. Bintang :
Menggambarkan harapan dan impian.


5. TulisanSecond Chance Foundation” :
Menjelaskan nama dari yayasan yang berarti kesempatan kedua khususnya bagi warga binaan.

MAKNA LOGO

Melambangkan warga binaan yang dengan semagat serta optimisme-nya yang tinggi berusaha mendapatkan kesempatan kedua dengan merubah dirinya menjadi pribadi yang lebih baik guna meraih harapan dan impian setinggi bintang di langit, sebagai mana pepatah mengatakan “langit adalah batasannya” meskipun demikian sebenarnya langit tidaklah berbatas. sejalan dengan harapan kami, kami yayasan Second Chance Foundation berharap warga binaan dapat menjadi pribadi yang produktif dan terus berkereatifitas tanpa batas.

logo sc 18 new kupu orang.png
logo sc 18 new second chance-01.png
CONTACT
SOCIAL MEDIA
  • White Instagram Icon
  • White YouTube Icon
  • White Twitter Icon

© 2018 by Second Chance Foundation.