top of page
kupu trans color (1).png
  • link 4_edited
  • link 3_edited
  • link 1_edited
  • WA PUTIH_edited
WCPP - Day 1 - Opening Day_edited.jpg

Justice is more than just a verdict; it’s a journey toward healing: Second Chance Foundation turut hadir dalam World Congress on Probation and Parole di Bali.

Dalam rangka membahas masa depan sistem pemasyarakatan dunia di World Congress on Probation and Parole 2026 ke-7, Second Chance Foundation turut hadir dalam forum internasional ini sebagai bagian dari komitmen menghadirkan kesempatan kedua. Kegiatan yang berlangsung pada 14 - 17 April 2026 ini menjadi momentum pertemuan delegasi dari berbagai negara untuk membahas bagaimana dunia melihat proses reintegrasi dan rehabilitasi berjalan sebagaimana seharusnya manusia layak untuk mendapatkan kesempatan kedua.

Pada WCPP 2026 ini, Indonesia menjadi tuan rumah yang menyatukan praktisi pemasyarakatan akademisi dan pembuat kebijakan dari seluruh dunia bersama-sama untuk membangun sistem yang menawarkan kesempatan kedua, karena setiap orang berhak untuk mendapatkan kesempatan kedua.

Sebagai bagian dari World Congress on Probation and Parole, Second Chance Foundation turut hadir dengan tujuan untuk mengenalkan peranan Second Chance dalam berbagai kegiatan positif seperti program pembinaan, lapas produktif, hingga hasil karya warga binaan di berbagai lapas. Ibu Evy Amir Syamsudin (Pendiri Second Chance Foundation) dan juga Mr Collie Brown (Penasihat Senior Second Chance Foundation) dalam forum ini juga menjadi pembicara pada sesi kongress hari Kamis, 16 April 2026. Dalam sesi ini, Second Chance Foundation akan menyampaikan gagasan terkait sistem pemasyarakatan, juga hal-hal baik yang kedepannya dapat menjadi referensi dalam penentuan kebijakan terkait sistem masa percobaan dan pembebasan bersyarat. 

Selain itu, Second Chance Foundation juga akan menyampaikan berbagai kegiatan yang telah dilakukan di balik jeruji. Mulai dari berbagai pelatihan yang salah satunya adalah pelatihan batik, Second Chance Star (kompetisi antar warga binaan), pembuatan dak tidur tingkat untuk warga binaan, hingga hasil karya warga binaan yang digunakan pada saat momen bersejarah. Bukan cuma sekadar kegiatan rutin, namun ini adalah salah satu cara untuk membuktikan kepada dunia tentang program pemberdayaan yang telah Second Chance Foundation lakukan. Tentang bagaimana harapan tidak pernah terputus meski di balik tembok penjara, karena  kesempatan kedua itu akan selalu ada. Penjabaran ini menjadi penting dalam mendukung proses penyampaian kepada dunia, bahwa warga binaan memiliki kesempatan kedua untuk menata masa depan mereka yang lebih baik.

Forum internasional ini diikuti oleh 94 Balai Pemasyarakatan, dan melibatkan penampilan dari beberapa UPT Pemasyarakatan yang berada di Bali. Melalui program ini, Second Chance Foundation juga hadir dengan membuka booth untuk menyapa dan mengenalkan kegiatan yang telah berjalan kepada para tamu delegasi dari berbagai negara.

 

Inilah yang Second Chance Foundation bawa ke World Congress on Probation and Parole 2026.

bottom of page